Wednesday, 10 January 2018

Tak Ubahnya Sebuah Samar

Hujan kala itu aku terkesima
Pertemuan kita yang sebatas cuma dan belum mengenal karma
Adalah awal aku mulai memperhatikan mu dengan saksama
Dan tulisan ini menjadi bukti cerita kita

Mungkin, jika kala itu aku tak terjatuh, aku takkan mengenalmu
Mungkin, jika kala itu aku tak menunda waktu, kita takkan bertemu
Dan mungkin, jika kala itu hujan tak jatuh secara tak sabar, kilatan degub di dadaku tak akan menyambar

Tuan, perkenankan aku, seorang gadis yang tengah dilanda kasih
Berkisah tentang seorang pemuda baik hati yang menolongku tanpa berharap lebih
Bersyair tentang degub di dada yang tak kunjung memulih
Hingga ketika mata saling bertemu, gugup tak kunjung mengalih

Perkenalkan, aku juga rindu
Sebuah unsur utama dalam tulisan tak bermutu
Penggerak segala kata dalam alur syair yang tak merdu
Penyusun segala mimpi untuk kembali bertemu

Sungguh, senyumku tak henti mengembang
Membayangkan tangan hangatmu yang menarikku pulang
Sungguh, degubnya semakin membuncah
Jika harapan untuk kembali menyapa tak akan pecah

Namun, kau tau, Tuan?
Tepat setelah kuusaikan cerita ini, aku tersadar
Bahwa kau tak mungkin akan mengabar
Karena dirimu yang kupapar, tak ubahnya sebuah samar

- Azhida -

0 komentar:

Post a Comment