Thursday, 4 January 2018

Sirna

Pada rembulan ia termenung. Menerawang tentang keseimbangan jiwa dalam diri.
Berkali mendapati cercahan bintang melintas. Menjulurkan asa, menyerap letih.

Pada sungai ia berpihak. Menyerukan takdir yang tlah lama digenggam. Membebaskan sejuta peluh dalam riakan air yang membundar.

Hingga suatu hari, tak dapat ia temui rembulan dalam gelapnya. Tak dapat ia pahami riakan air sungai yang bergelut mesra. Ia merasa sendiri, menelaah kehidupan dalam kosong.

Semakin dipahami, ia semakin sadar akan kesalahannya. Sendiri tidak berarti selalu hampa. Hanya kurang menjiwai kehadiran Tuhan di hati. Hanya terlalu mengabaikan Tuhan yang selalu ada.

- Azhida -

0 komentar:

Post a Comment