Wednesday, 10 January 2018

Tak Ubahnya Sebuah Samar

Hujan kala itu aku terkesima
Pertemuan kita yang sebatas cuma dan belum mengenal karma
Adalah awal aku mulai memperhatikan mu dengan saksama
Dan tulisan ini menjadi bukti cerita kita

Mungkin, jika kala itu aku tak terjatuh, aku takkan mengenalmu
Mungkin, jika kala itu aku tak menunda waktu, kita takkan bertemu
Dan mungkin, jika kala itu hujan tak jatuh secara tak sabar, kilatan degub di dadaku tak akan menyambar

Tuan, perkenankan aku, seorang gadis yang tengah dilanda kasih
Berkisah tentang seorang pemuda baik hati yang menolongku tanpa berharap lebih
Bersyair tentang degub di dada yang tak kunjung memulih
Hingga ketika mata saling bertemu, gugup tak kunjung mengalih

Perkenalkan, aku juga rindu
Sebuah unsur utama dalam tulisan tak bermutu
Penggerak segala kata dalam alur syair yang tak merdu
Penyusun segala mimpi untuk kembali bertemu

Sungguh, senyumku tak henti mengembang
Membayangkan tangan hangatmu yang menarikku pulang
Sungguh, degubnya semakin membuncah
Jika harapan untuk kembali menyapa tak akan pecah

Namun, kau tau, Tuan?
Tepat setelah kuusaikan cerita ini, aku tersadar
Bahwa kau tak mungkin akan mengabar
Karena dirimu yang kupapar, tak ubahnya sebuah samar

- Azhida -

Sunday, 7 January 2018

Sebuah Kerisauan?

Buku yang tlah rapuh itu bercerita. 
Tentang sepasang sepatu tua yang masih bersama. 
Tentang ungkapan cinta yang hanya sebatas dusta. 
Juga tentang bulir air mata yang ada disepertiga malamnya.

Sedang pena penjejaknya melantunkan syair dalam diam. 
Katanya, penerang hatinya tlah menghilang. 
Hatinya yang benderang kini hanya bercahayakan padam. 
Dan kuatnya yang mencurigakan tinggal ada dalam perjalanan silam.

Ini bukan perihal cinta manusia yang mungkin tak abadi. 
Namun, cahaya cinta Dia yang terus menyinari. 
Perlu bukti apakah lagi agar kita meyakini? 
Bahwa doa-doa dan segala penantian yang Ia hadirkan perlu disanding dengan ikhlas hati.

- Azhida -

Friday, 5 January 2018

Prosa Rindu

Jika setiap waktu adalah rindu, aku ingin menyeretnya menjauh.
Jika setiap insan adalah kamu, aku ingin melambaikan peluh.
.
Sudah jelas bukan, aku lelah merindu
Membayangkan nya saja sudah ngilu
Tak perlu hingga menggali mencari saksi bisu
.
Sesekali memang dengan sengaja menguntai pada yang tegak
Menjadikan helaian-helaian rindu jatuh tersungkur pasak
.
Boleh jadi yang berhembus mengerti
Memahami setiap alur prosa basi
Yang terangkai nyata pada batu dan guci
.
Mungkin aku sudah cukup lelah saat itu
Hingga tak sadar akan prosa rinduku yang telah mengusang satu-persatu

- Azhida -

Thursday, 4 January 2018

Antara Cinta dan Benci

Untuk sebuah nama, rindu tak pernah pudar. Terus mengalir dalam nadi, menjejakkan detak tersembunyi. 
Untuk sayatan ringan, maaf tak pernah pergi. Terus menanti untuk kau hampiri
Menggapai jemari yang nyata pasti.

Segala bait kata yang tersusun rapi telah ternoda.
Segala alunan nada yang siap terhembus hanya debu di telinga.
Wajar jika banyak hal terikat mati diatas kesahajaan asa.

Maka, lipatan demi lipatan rasa yang pernah kubuat akan kujadikan sirna
Bersama kayu dipan yang tergelap dalam kamar. Maka, pucuk-pucuk rindu yang tak pernah pudar akan kupautkan
Bersama rantai besi yang terbekap udara.

Takkan lagi kupeduli, apakah itu cinta ataukah justru benci.
Semua hanyalah mendung berkepanjangan yang menanti badai.
Walau senja tahu menahu tentang filosofi hujan yang rindu akan waktunya, aku hanyalah hampa.
Menatap ujung yang gelap, merangkai lagu tanpa nada.


Mencinta dan merindu, tidakkah itu paduan yang indah? Disaat yang bersamaan menggoreskan mata jarum di lempengan hati.
Sedang membenci adalah fenotip pertama, yang jika disilangkan sesamanya hanya semakin memperdalam luka.

- Azhida -

Sirna

Pada rembulan ia termenung. Menerawang tentang keseimbangan jiwa dalam diri.
Berkali mendapati cercahan bintang melintas. Menjulurkan asa, menyerap letih.

Pada sungai ia berpihak. Menyerukan takdir yang tlah lama digenggam. Membebaskan sejuta peluh dalam riakan air yang membundar.

Hingga suatu hari, tak dapat ia temui rembulan dalam gelapnya. Tak dapat ia pahami riakan air sungai yang bergelut mesra. Ia merasa sendiri, menelaah kehidupan dalam kosong.

Semakin dipahami, ia semakin sadar akan kesalahannya. Sendiri tidak berarti selalu hampa. Hanya kurang menjiwai kehadiran Tuhan di hati. Hanya terlalu mengabaikan Tuhan yang selalu ada.

- Azhida -

Tahta yang Hilang

Jingga saat ini sedang merutuk. Mengeluhkan kesedihannya pada lukisan tak berdosa. Cat-cat yang telah disatukan dalam kanvas awan membuatnya bergemuruh mengubah warna diri. Hitam. Dia yang setia pada jingga merasakan. Gemuruh dalam jiwa mereka berpadu dalam kesatuan langit. 

Aku tak yakin, tapi aku tau pasti. Air yang jatuh bukan karena tak beralasan. Bukan karena tak bertujuan. Bukan hanya sebuah hal sepele yang dapat ku abaikan begitu saja. Segalanya bermakna. Termasuk goresan dalam hati. 

Sudah seharusnya menjadi kewajiban para prajurit gerbang hati untuk menjaga istananya agar tetap aman. Pengkhianatan kini tak lagi menjadi hal langka. Walau tak berbondong dan tak berbaju baja, memperebutkan tahta bahkan dapat menjadi sebuah keharusan. 

Sang pelindung raja tentu tahu menahu tentang apa yang seharusnya dia lakukan. Bukan hanya berdiam mematung menyaksikan istananya tersayat di segala penjuru. 

Tetapi, terkadang kita tersadar akan sesuatu. Bahwa perlindungan itu butuh kekuatan yang besar. Yang hanya dapat dimiliki oleh yang dihormati. Lagi-lagi tahta menjadi tujuan, bahkan oleh sang pelindung. Hingga mentari merendahkan diri, semua membatu. Tak sadar bahwa tahta telah enyah bersama dengan mentari.

- Azhida -

Membuka Surau Kembali

Assalamualaikum wr wb

Alhamdulillah Azhida kembali mengaktifkan blognya lagi hehe. Yah, meski harus dilakukan beberapa pembenahan. Mulai dari template yang dulu masih kekanakan sekali hingga konten-kontennya yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi publik karena "ke-alay-an" yang masih menjadi komposisi utamanya hehe.

For your information aja, dari 88 postinganku hanya 5 yang lulus untuk tetap di publish wkwk

Semoga setelah ini isinya lebih dapat bermanfaat, ga kaya sebelumnya ya. :) Aamiin :)

Sunday, 22 June 2014

mungkin, inilah takdirnya

semua itu harus disyukuri. apapun itu, baik atau buruk. bahkan, ketika kau merasa dirimu adalah yang terhina di dunia ini. aku yakin, pada akhirnya kau akan menemukan pelangi setelah badai. para peri pikiran akan menyejukkan otakmu. peri hati akan memberi rasa nyaman di hatimu.

kau tau ? betapa sesungguhnya aku menginginkan sekolah di sekolah A. dan aku harus berusaha untuk mendapatkannya. aku sudah berjuang . Tapi pada akhirnya aku hanya menbuat hatiku menangis. sekolah A ternyata bukan takdirku. dan sekolah B , yang sejak dulu aku tak pernah peduli. yang aku sering mendengar kabar jelek tentangnya. yang aku bahkan tidak pernah melangkahkan kakiku walau hanya di depan gerbangnya. tapi apa? dia justru takdirku. dimana aku memang diutus untUk merogoh banyak ilmu disana.

ya, awalnya hatiku memang sakit.kecewa.sedih. kenapa aku bUkan ditakdirkan untuk berada di sekolah A? kenapa?tapi kemudian. aku menyadari sesuatu. disini takdirku, dan aku harus memperlakukan takdirku dengan sebaik baiknya. jangan aku justru iri pada takdir orang lain. memaksakan kehendak terbaik yang Allah berikan. Allah ingin aku merasakan berbaur dengan teman yang beda keyakinan. Allah ingin aku mempunyai jiwa sosialita yg lebih baik. semua itu terbaik. tenang saja. Allah sudah merancangkan seGalanya dengan keajaiban. :) kita hanya perlu bersyukur. kita hanya perlu menikmatinya. toh,ternyata sekolahku ini membuatku Tidak jauh dari orangtua. karna tempat kerja kami searah ^^

bagaimana? bukankah bersyukur itu indah? ^^

lapankan hatimu dengan bersyukur, aku akan buktikan.. disinipun aku dapat meraih impian" yang selama ini hanya menggantung . yang selama ini masih tertanam menanti diriku untuk memetiknya. 私わ出来るって信じてる。。(^o^)/(*^_^*)( ^ν^)















Saturday, 11 January 2014

untuk yang tersayang :)

surat ini kutujukan untuk org yg tlh dengan sgt menyayangiku, merawatku, dan mncintaiku spnuh hati.

"Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa robbayani shaghiroo"

untuk kalian yg sgt kucintai. walau setiap brdoa ak sllu mngucpkn doa diatas, tpi aku tau. sllu tau. bhwa tak cukupdoa untuk mmbahagiakan kalian.walau stiap brdoa nama kalian sllu trucap , tapi akusadar. bahwa ak masih saja mmbuat kalian kcwa. walau stiap brdoa ak sll brkata sgt bangga mmpunyai orang tua sprti kalian, tapi aku tahu dan sadar. bhwa kadang kbnggaan yg ingin kupersembahkan untuk kalian trnyta tidak mmbuat klian snang dan bangga.

untu kalian yg sgt aku sayangi. dalam hatiku, ku sllu ingin taat dan patuh dgn sangat kpd kalian.tak ada niat untuk durhaka kpd kalian. ya, walau pda akhirnya itu pasti terjadi. tak jarang aku mengeluh, menggertu, bhkan sampai mmbntak. sebenarnya dalam hatiku sllu brkta, aku.. aku sangat menyesal. sungguh sangat mnyesal. sebenarnya tak perlu aku lakukkn itu. sangat tak perlu. tapi syetan sdh berhasil merasukiku. maafkan aku, umi, abi.

untuk kalian yg sgt ak banggakan. ingatkah kalian saat kalian mmbelikanku baju mahal ketika ada diskon? aku awalny snaaang skali. tapi raut mukaku berubah kecut setelah melihat model baju itu. "AKU GAK SUKA YG KYK GNI. MAUNYA YG BERMODEL BAGUS KYK UMI. AKU GAK MAU PAKEK" saat itu rasanya kesal sekali. tapi, dalam hati aku brkata tapi kasihan umi udah beliin. masak mau gak di pakek? ah, tpi aku gk suka. ada menyesal, sebal, jadi satu semua. hingga umi brkata " ya sudah besok bli lagi" dan saat itu aku lebih menyesal. lebih dalam. tapi juga senang. astaghfirullah.. tapi, beberapa hari kmudian aku baru sadarklo umi bilang gitu berati harus ditepati. aku pun menagih umi. "hari ini diskon terakhir.tapi uangnya umi dah mau habis, mbak" tapi akutetap merengek.tpi lagi2 dalam hati sebenarnya aku tak bgtu mnginginkan baju baru lagi. aku ngomong gitu cuma kayak mau nguji apa umi bener2 mau bliin lagi? gakpun sebenarnya juga gak masalah buatku. tapi akhirnya hari itu juga, ba'da maghrib kita berangkat ke toko bju. aku kaget. sangat menyesal. tapi diantara perasaan itu, terselip rasa senang. hah, betapa mengecewakannya diriku ini.

untuk kalian, umi dan abi. orang yang sll aku rindukan. sejak kecil aku ini mmg anak yg mnja. bukan 'anak mami' memang. tapi 'anak umi'. bahakn ketika  2 anak laki2 yg lbh muda dariku datang untuk mnemaniku dan kusebut adik, aku masih mndapat sbutan itu. gelar yang hingga saat ini tidak berubah kepemilikannya. aku ini memang egois ya mi, bi? hahah. -- bhkan terhadap adik2 yg sharusnya kujaga itu. apa karena aku ini satu2nya anak perempuan yg umi dan abi punya? itu kah alasannya? menurutku, memang itu salah satu dari alasannya. tercipta sbgai satu2nya anak perempuan itu membuatku lebih manja dibanding dgn kedua bocah laki2 itu. apa aku sebegitu mengecewakanny di mata umi dan abi? padahal aku anak sulung. aku sudah seharusnya menerima tanggung jawab sbg anak sulung rumah tangga (sebelum ibu rumah tangga). tapi kadang, malaas masih menghantuiku. oh, Allah.

hidup itu memang penuh perjuangan. dan aku lebih mengerti perjuangn itu dari kalian. umi dan abiku tercinta. terlebih abi yang sllu mnceritakan masa kecilnya dahulu kala. yang harus berbagi 1 telur ayam untuk 7 org. yang harus pergi ke sungai untuk berwudhu, mandi, meski itu malam hari. yang sekolah bertaskan kresek. bercelanakn kolor. yang kerjaan tiap harinya membantu di sawah, mncari ikan di sungai. yang dengan semangat belajarnya, merantau ke jogja untuk melanjutkan sekolah kuliah. walau itu dihadapinya harus dengan tinggal di masjid. yg setiap hari membersihkan masjid, tapi karna di dkt situ ada preman kadang harus dgn sabar menerima kata2 hinaan, di lempari dgn kotoran2. tapi kesabaran itu masih tetap ada.! aku selalu bngga dgn abi. juga umi, yg walau dari kecil memang sudah hidup berkecukupan, tapi kesayangan umi terhadap adik2nya sangatlah patut dicontoh. yang ketika kuliah merantau ke malang, mencari jalan untuk mencari uang sendiri. dengan menjual kartu lebaran manual tulisan indah umi sendiri. dan umi hebat! bisa menghasilkan uang 100.000 rupiah yang saat ini setara dgn 1 jut rpiah. dan umi gunakan uang itu sebagian untuk membelikan oleh2 untuk adik2, uti, kakung dan membuat mereka senang dan bngga. aku ingin sekali menjadi seperti itu. tapi apa yang bisa aku lakukan untuk membuat bangga umi dan abi? apa cukup dengan nilai akademikku? menurutku gak cukup. dan satu2nya harapan yang tersisa adalah dengan menjadi anak yang sholihah. bukankah itu yang selalu kalian katakan? :)

umi, aku ingin bercerita. suatu hari, aku kembali membuka buku diaryku kelas 7. ya, diary yang dulu membuat umi marah kepadaku karena aku mengisinya. tapi maaf umi. mungkin menulis diary itu tidak mmbuat umi senang. tapi itu adalh salah satu hobiku yang tidak bisa aku tinggali. dan umi tau? aku mendapat hikmah dari suatu isi diaryku itu. yang membuat aku tersadar bahwa aku harus mencapai harapan itu. dan harapan itu aku yakin masih selalu menjadi harapn yang belum terwujud. dan aku kini kembali untuk mewujudkan harapan itu. jadi inti dari isi diary itu adalh. 'hari itu umi ulang taun. lalu aku sms mengucapkan selamat ulang taun kpd umi pake hp ustadzah. aku minta maaf karna juga gak punya kado apa2 buat umi. dan balasn umi kayak gini "makasih sayang. umi gak ingin apa2. yang umi dan abi inginkan hanya anak yang sholihah" ' dan ketika aku mmbaca itu kembali, air mataku menetes deras. aku menyesal. saat itu aku lagi nakal2nya. chatlah sama ikhwan, smslah sama ikhwan. aku lalu tersadar bahwa aku diciptakan memang untuk menjadi anak sholihah untuk abi dan umi. tapi knpa aku justru mnjadi anak nakal?! dan sejak itu, perlahan demi perlahan, akupun mulai  meninggalkan kebiasaan burukku itu. kini harapan ku adalh membahagiakan umi dan abi dengan menjadi ank sholihah untuk mereka. mungkin dulu aku belum begitu menyadari apa dosaku dan apa yang seharusnya aku lakukan. tapi, abi yang tau kalo aku kontak dengan ikhwan pun mulai menasehatiku. dan nasehat yang paling kuingat adalah ketika abi menanyaiku di malam ketika mengantarku kembali ke asrama. :
abi : mbak azda, tau gak pisau itu fungsinya negatif atau positif?
aku : ya kan tergantung bi. ada yang posotif ada yang negatif. tergantung org makenya.
abi : lha kalo yg negatif itu akibatnya apa?
aku : bisa untuk mbunuh org bi. org yg dibunuh jadi kebunuh.
abi : nah, begitu juga hp. ada posotifnya ada negatifnya. lah kalo hp untuk hal yg tidak berguna seperti smsan dgn laki2 , itu kayak pisau yg negatif. bisa mmbunuh orang.
aku : (menunduk) tapi kalo untuk yg penting gmna bi?
abi : yang bener2 penting gkpapa. 

dan aku tau. abi sangat2 menginginkan anak sholihah. dan satu2nya harapan itu adalah aku seorang diri. jadi, abi, umi mbak azda minta maaaf sekali kalo sampai saat ini belum bisa membuat bangga umi dan abi, belum bisa menjadi anak yang sholihah untuk umi dan abi. dan semoga mbak azda bisa mewujudkan harapan umi dan abi yang udah kalian ukir itu ya? aamiin.

untuk orang yang telah memberiku arti kehidupan yang sebenarnya, terima kasih telah menjadi orang tua yang baik, yang mencintai dan menyayangi ku dengan sangat. maafkan mbak azda kalo mbak azda pernah berfikir kalo umi sama abi itu kadang pilih kasih sama mbak azda dan adek. tapi, mbak azda bisa ngerti setelah abi pernah berkata tentang salah satu lagu ebiet g.ade "lagu ini itu mnceritakan ttg anak yg merasa ortunya pilih kasih. tapi sebenarnya orang tua itu tidak pernah pilih kasih. semua anaknya itu derajatnya sama di mata mereka. semuanya disayang. gak ada yg berniat untuk pilih kasih". terimakasih telah membuat mbak azda mengerti tentang semuanya. doakan mbak azda ya, semoga selalu bisa menjadi apa yang kalian harapkan. aamiin. I LOVE YOU SO MUCH BECAUSE ALLAH SWT. thanks for all. :)

' aku sangat menyesali perbuatanku saat aku tak dapat membahagiakan mereka' -azhida fuada anwarrizqika.

 

Sunday, 24 November 2013

kakak itu dan impianku

        Di tengah malam yang dipenuhi oleh hujan ini, aku mulai mengetikkan kata demi kata. 21.24 WIB. waktu yang sudah tidak selayaknya aku masih membuka mata. tapi, entah kekuatan apa yang membuatku bertahan di depan layar laptop. mungkin artikel-artikel yang baru saja ku baca? kau tau, artikel" itu mengingatkanku pada seorang akhwat sholihah yang membuatku kembali pada diriku yang sesungguhnya setelah aku berada di dalam lubang gelap tanpa ujung itu. seseorang itulah yang membuatku ingin menceritakannya padamu di malam ini.

       Aku memanggilnya "kak emma". seorang kakak yang memberi motivasi kepadaku secara tidak langsung. seorang kakak yang membuatku merasa iri dan selalu ingin menjadi seperti dia. seorang kakak yang cantik dan baik hati walau itu kepadaku, kepada seseorang yang bahkan tidak dikenlnya.

        Aku mengenalnya lewat blognya yang tak sengaja kubuka. blog yang indah. blog tentang wanita" muslimah dan jepang. kemudian, karena rasa tertarikku dengan blognya membuatku ingin mengenal yang membuat. langkah pertama yang aku lakukan adalah add she to be my friend in facebook and sent to her the message. "aku ingin mengenal kakak :)" tulisku. sejak saat itulah kami sering berkirim chat, membahas tentang mimpi, tentang harapan menjadi baik di pndangan-Nya, tentang kisah" yang telah dia lalui di jepang. jepang. itulah salah satu faktor yang membuatku juga tertarik padanya. "kakaknya pernah ke jepang ya? ngapain?" "pertukaran pelajar dek :)" wah, masyaAllah.. subhanallah.. itu juga faktor yang membuatku ingin seperti kakaknya. aku ingin sekolah di jepang. merasakan 4 musim secara bergantian. dan tetap menjadi pohon sakura yang bertahan :'D . aku juga sering buka" foto" kakaknya di facebook.. subhanallah.. kakaknya sholihah banget.. dan itu alasan utamaku senang mengenal beliau. akhwat yang sholihah, itu yang selalu aku dambakan pada diriku. bukan hanya untuk masa depan, tapi harus dimulai dari masa kini :) dan aku akan berusaha! aku akan berusaha menjadi yang terbaik, umi abi. doakan anakmu ini. aamiin :)

    terimakasih kepada Allah, umi, abi, teman"ku, guru"ku, dan tentunya kak rahmah al hasnah yusuf atas bantuannya selama ini. onegai shimasu :)

Sunday, 10 February 2013

menemukan yang paling penting

1. JANGAN RAGU DAN TAKUT
~ apapun pilihanmu, yakini!

2. PRIORITASKAN PILIHANMU
~ kita bahagia kalo semuanya jelas
~ jangan sibukkan dalam perkara yang merusak kebahagiaan, karna hanya akan menghadirkan kesedihan
~ berpikir prioritas : kebiasaan positive. tidak mau sibuk dengan hal-hal yang remeh dan tercela\

3. ZEROKAN HATIMU
~ saat gelisah, marah, dll , netralkan hati dengan mengingat ALLAH, berdzikirlah!

4. FOKUSKAN LANGKAHMU
~ jangan sia- sia kan waktumu, karena..
   # Al waqtu kas saif  = waktu itu ibarat pedang
   # setiap waktu punya harga yang harus di bayar
   # setiap menit adalah modal untuk melejit
   # setiap detik adalah titik untuk meraih prestasi terbaik


                                                                                         * dikutip dari buku " the way to win " dengan peringkasan seperlunya ^^ :D