Sunday, 7 January 2018

Sebuah Kerisauan?

Buku yang tlah rapuh itu bercerita. 
Tentang sepasang sepatu tua yang masih bersama. 
Tentang ungkapan cinta yang hanya sebatas dusta. 
Juga tentang bulir air mata yang ada disepertiga malamnya.

Sedang pena penjejaknya melantunkan syair dalam diam. 
Katanya, penerang hatinya tlah menghilang. 
Hatinya yang benderang kini hanya bercahayakan padam. 
Dan kuatnya yang mencurigakan tinggal ada dalam perjalanan silam.

Ini bukan perihal cinta manusia yang mungkin tak abadi. 
Namun, cahaya cinta Dia yang terus menyinari. 
Perlu bukti apakah lagi agar kita meyakini? 
Bahwa doa-doa dan segala penantian yang Ia hadirkan perlu disanding dengan ikhlas hati.

- Azhida -

0 komentar:

Post a Comment